Call Us : ( +62 ) 82282124840

Senin - Sabtu : 08.00 - 22.00

Alasan Yang Keliru Saat Memutuskan Untuk Menikah - Jual Cincin Kawin

Jual Cincin Kawin - Menikah itu tidak bisa disepelekan loh guys! Namun masih banyak yang keliru saat memutuskan untuk menikah
1. Menghindari pergaulan bebas

Kadang alasan ini digunakan agar tidak perlu melalui proses pacaran dan langsung menikah. Bagi beberapa orang, proses pacaran adalah sesuatu yang berbahaya. Padahal pacaran itu adalah proses pengenalan pasangan sebelum melangkah pada jenjang pernikahan. Bagaimana dapat saling menerima baik buruk saat pernikahan kelak, kalau tidak mengenal watak satu sama lain. Pergaulan bebas adalah suatu pilihan.

Tak perlu menikah untuk tidak menjalani pergaulan bebas. Yang perlu adalah memegang teguh prinsip untuk menjaga dan menjauhkan diri dari pergaulan bebas. Bisa dengan lebih selektif dalam memilih lingkungan pergaulan dan atau berani mengatakan tidak pada ajakan yang dapat membawa kepada pergaulan bebas. Jangan mengkambinghitamkan apapun atas ketidakmampuan diri sendiri dalam menahan hawa nafsu.
2. Umur yang dirasa sudah pas

Ini adalah alasan yang paling populer dari semua alasan kenapa ingin segera menikah. Usia dijadikan patokan umum seseorang harus menikah bukan karena sudah siap atau sudah menemukan cintanya. Untuk wanita berusia 27 tahun ke atas dan masih lajang, cap ‘tidak laku’, ‘perawan tua’, atau sindiran lainnya bukan hal yang baru.

Umur tidak pernah dapat menentukan seseorang siap atau tidak untuk menikah. Umur bukan hal yang harus dipikirkan, yang harus dipikirkan adalah dengan siapa kita akan menghabiskan hidup nantinya, apakah orang ini tepat untuk dijadikan partner untuk menua bersama.

Memikirkan pernikahan boleh-boleh saja, hal itu pun bukan sesuatu yang salah untuk dilakukan. Namun, pastikan dulu apakah dirimu memang sudah benar-benar siap menjalani bahtera rumah tangga karena pernikahan bukanlah permainan. Jangan sampai 11 anggapan di atas menjebakmu. Percayalah jodohmu sudah dipersiapkan oleh Tuhan, jadi waktu untuk menikah pun akan tiba di saat yang paling tepat.
3. Tekanan keluarga dan lingkungan sekitar

Pertanyaan orang tua tentang pernikahan tentunya bukan hal yang aneh lagi. Bahkan ada yang sampai jarang pulang ke rumahnya karena terus menerus diberondong pertanyaan tentang pernikahan, padahal sang anak sedang jomblo. Tak sedikit yang berakhir dengan kesedihan terus menerus karena belum menikah atau memiliki pasangan. Orangtua perlu diberikan pengertian bahwa menemukan pasangan zaman sekarang berbeda dengan zaman mereka dulu

Tantangan dan pertimbangan yang perlu dipikirkan lebih pelik. Jangan sampai hanya karena ingin membahagiakan orang tua, lalu salah memilih pasangan dan tidak mendapatkan pernikahan yang harmonis. Karena pada
4. Mendapatkan kebahagiaan

Siapapun ingin hidup bahagia. Ingin memiliki hubungan yang bahagia baik dengan keluarga, teman, dan tentunya dengan pasangan. Banyak yang menjadikan kebahagiaan sebagai alasan untuk menikah dengan seseorang. Namun tentunya dalam setiap hubungan apalagi pernikahan, tak hanya kebahagiaan yang hadir, tetapi juga kedukaan dalam berbagai bentuk.

Menyatukan dua pikiran yang berbeda tentunya tidaklah mudah, apalagi ketika dilanda masalah. Pernikahan akan menantang setiap pasangan apakah mampu untuk tetap berbahagia dan tetap saling mencintai walaupun dalam masalah atau duka.
5. Belajar bertanggung jawab

Belajar bertanggung jawab kadang dijadikan alasan agar segera menikah. Hidup orang lain tentunya bukan untuk dijadikan bahan percobaan atau sebagai bahan pembelajaran. Apabila Anda belum dapat bertanggung jawab akan diri sendiri, apalagi untuk bertanggung jawab atas dua orang atau lebih. Membenahi diri sendiri sebelum menikah perlu dilakukan agar nantinya tidak merugikan pasangan, atau bahkan menelantarkan anak.
6. Tidak ingin kesepian

Siapapun tidak ingin kesepian. Kesepian dapat menyebabkan depresi, kurang olah raga, dan kebiasaan makan yang buruk. Efek yang sama besarnya dengan obesitas dan merokok. Suami atau istri bukan sosok untuk menghilangkan kesepian. Suami atau istri adalah pelengkap dari hidup.

Untuk mengatasi kesepian Anda bisa mengikuti banyak kegiatan sosial yang dapat mempertemukanmu dengan banyak orang baru, mengambil les bahasa asing, atau kegiatan-kegiatan lain yang tak hanya dapat mengobati rasa kesepian, tapi juga menumbuhkan sisi positif dari diri sendiri. Seorang pria maupun wanita tentunya tidak mencari pasangan yang depresi karena kesepian, tapi mencari pasangan yang positif dan tahu harus mencintai dirinya.
7. Pasangan sudah mapan

Banyak kejadian yang dapat kita jumpai dalam pergaulan maupun di berbagai media sosial, di mana seseorang pria ditinggal pacarnya dan menikah dengan orang lain karena sang pria dianggap belum mapan. Tak salah apabila berharap memiliki pasangan yang sudah mapan, tapi jangan sampai orientasinya hanya seputar uang. Uang tidak akan pernah dapat membeli cinta dan hubungan yang diawali dengan uang bisa berakhir karena uang pula.

Untuk para wanita, Anda tidak akan muda selamanya, cantik selamanya tanpa keriput. Cowok yang mampu memikatmu dengan uang, akan mampu pula untuk memikat wanita lain dengan uang. Carilah cowok pekerja keras bukan yang sekedar banyak uang.
akhirnya yang akan menjalani pernikahan tersebut adalah sang anak, bukan orang tuanya.